Siapa, sih, Sutradara Terbaik Indonesia?

Siapa, sih, Sutradara Terbaik Indonesia

Sutradara adalah bagian terpenting dari suatu film. Tanpa adanya seorang sutradara yang mengarahkan film tersebut maka, film tidak akan bagus. Berikut ini adalah beberapa sutradara Indonesia yang sangat piawai menelurkan karya mereka. tidak hanya bagus dalam menciptakan sebuah film namun juga sutradara-sutradara di bawah ini sangat konsisten dalam menelurkan karya mereka. siapa saja sih mereka? mari, kita simak siapa-siapa saja sutradara di bawah ini.

  1. Riri Riza

Siapa dari kalian yang ingat dengan lagu Lihatlah Lebih Dekat? Pastinya untuk anak-anak era 90an, lagu ini sudah tak asing lagi bagi. Lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Sherina ketika ia kecil itu ada di film Petualangan Sherina yang disutradarai oleh Riri Riza. Ia adalah salah satu sutradari jenius yang jenius yang berhasil menyukseskan film tersebut. Mungkin kalian juga masih ingat dengan film Gie? Film seorang aktivis pada tahun 60an bernama Soe Hok ini dibintangi oleh Nicholas Saputra dan dengan sangat sukses memenangkan nominasi sutradara dewa poker terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia tahun 2005. Selain film-film yang sudah disebutkan di atas, ada lagi film Laskar Pelangi (2008) dan juga Sang Pemimpi (2009).

  1. Joko Anwar

Sutradara terbaik yang selanjutnya adalah Joko Anwar. Pria kelahiran 1976 ini berasal dari Medan dan sempat juga bekerja sebagai wartawan. Akhirnya, ia diajak oleh Nia Dinata untuk berkolaborasi dalam film Arisan yang dirilis pada tahun 2004. Film itu akhirnya sukses secara komersial dan juga sangat banyak mendapatkan pujian. Ia pun berhasil juga membuat satu film yang sangat dikenal oleh banyak orang yakni Janji Joni (2005). Janji Joni pada saat itu mendapatkan pendapatan yang besar. Film lainnya yang ia sutradarai adalah Pintu Terlarang (2009), Kala (2007), Modus Anomali (2012) dan Quickie Express (2007).

  1. Hanung Bramantyo

Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini? suami dari artis Zaskia Adya Mecca ini sudah patut menyandang sutradara terbaik Indonesia karena kepiawaiannya dalam menggarap suatu film. Hampir setiap tahun dirinya membuat film dan hampir semua filmnya mendapatkan Piala Citra. Hal yang banyak disukai dari Hanung adalah beraninya ia membawa isu-isu SARA dan tabu yang ada di masyarakat Indonesia bahkan isu yang sangat sensitif. Bahkan ia sempat dikritik oleh MUI dan FPI karena filmnya yang berjudul Perempuan Berkalung Sorban. Namun ia tak gentar dalam menelurkan karya-karya lainnya yang menyentil masyarakat, komunitas tertentu dan juga pemerintah. Film lainnya yang ia sutradarai adalah Get Married (2007) dan Brownies (2005).

  1. Deddy Mizwar

Sutradara yang sekarang ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat ini memulai karirnya dalam film Naga Bonar (1987). Kemudian debutnya menjadi seorang sutradara film dimulai dalam filmnya yang berjudul Ketika (2005) dan film itu sukses menggondol Piala Citra. Ia pun menyutradarai sebuah sinetron yang selalu ada di bulan Ramadhan, Para Pencari Tuhan. Film lainnya yang ia sutradarai adalah Naga Bonar Jadi 2 (2007), Tanah Surga, Katanya… (2012), Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010).

  1. Teguh Karya

Mungkin generasi sekarang tidak banyak yang tahu siapa Teguh Karya. Namun sutradara satu ini dinobatkan sebagai sutradara terbaik sepanjang masa milik Indonesia. Dibalik tangan dinginnya ini lahir banyak aktris dan aktor terbaik seperti Slamet Rahardjo, Niniek L Karim, dsb. Salah satu filmnya yang menggondol berkali-kali Piala Citra adalah Pacar Ketinggalan Kereta (1989). Yang lainnya Ranjang Pengantin (1975), Cinta Pertama (1974), November 1828 (1979), Ibunda (1986) dan Di Balik Kelambu (1983).

Nah, menurut kalian, mana yang terbaik di antara lima sutradara di atas?